
Pantau - Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan Australia akan membeli tiga kapal selam bekas bertenaga nuklir kelas Virginia dari Amerika Serikat melalui kerja sama pertahanan trilateral AUKUS yang melibatkan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Kesepakatan awal AUKUS ditandatangani pada 2021 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam skema awal, Australia direncanakan menerima sedikitnya dua kapal selam bekas dan satu kapal selam baru kelas Virginia.
Namun, Richard Marles menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut telah direvisi sehingga Australia akan membeli tiga kapal selam bekas kelas Virginia milik Amerika Serikat.
Perubahan skema tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Revisi Dilakukan untuk Tingkatkan Efisiensi
Ketiga negara menyatakan revisi kesepakatan dilakukan untuk menyederhanakan pengelolaan rantai pasokan, kebutuhan operasional, serta proses pemeliharaan kapal selam.
Selain itu, perubahan tersebut juga ditujukan untuk memaksimalkan efisiensi biaya dalam pelaksanaan proyek AUKUS.
Pemerintah ketiga negara menilai penyederhanaan skema akan membantu mempercepat implementasi kerja sama pertahanan yang telah disepakati sebelumnya.
Proyek AUKUS dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pertahanan maritim Australia dan negara-negara mitra.
Australia Siapkan Anggaran Ratusan Triliun Rupiah
Dalam proyek tersebut, Inggris berkomitmen mengalokasikan dana sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp95,95 triliun.
Amerika Serikat mengalokasikan dana sebesar 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp311,91 triliun untuk mendukung pelaksanaan program.
Sementara itu, Australia menyiapkan anggaran lebih dari 30 miliar dolar Australia atau sekitar Rp384,14 triliun.
Kapal selam yang akan dibeli Australia merupakan kapal selam kelas Virginia yang menggunakan tenaga nuklir dan menjadi salah satu aset strategis Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kesepakatan AUKUS menjadi salah satu proyek pertahanan terbesar yang pernah dijalankan Australia dalam upaya modernisasi kekuatan militernya.
Melalui pembelian kapal selam bertenaga nuklir tersebut, Australia diharapkan memiliki kemampuan pertahanan maritim yang lebih kuat serta daya jangkau operasi yang lebih luas di kawasan Indo-Pasifik.
- Penulis :
- Gerry Eka





