
Pantau - Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah total korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 72.938 orang di tengah konflik yang terus berlangsung dan situasi kemanusiaan yang masih menjadi perhatian internasional.
Data tersebut dikutip oleh Kantor Berita Sama dan dilaporkan kembali oleh Islamic Republic News Agency (IRNA).
Dalam 48 jam terakhir, sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka serta telah dibawa ke rumah sakit di Gaza.
Menurut laporan tersebut, jumlah korban luka secara keseluruhan sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 172.919 orang.
Korban Terus Bertambah Meski Gencatan Senjata Berlaku
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 929 orang.
Pada periode yang sama, sebanyak 2.811 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi 781 jenazah korban dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan dan pertempuran.
Data tersebut menunjukkan bahwa korban jiwa dan korban luka masih terus bertambah meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan.
Konflik Gaza Masih Menjadi Sorotan Dunia
Konflik besar di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023 ketika Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah tersebut.
Menurut laporan yang dikutip, tujuan utama operasi tersebut adalah menghancurkan gerakan Hamas serta membebaskan tahanan Israel.
Laporan itu juga menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas tercapai setelah konflik berlangsung dalam waktu yang panjang.
Meski demikian, laporan menyatakan serangan terhadap Jalur Gaza masih terus terjadi dan sejumlah ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata disebut belum sepenuhnya dilaksanakan.
Tingginya jumlah korban jiwa dan korban luka menunjukkan besarnya dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Situasi kemanusiaan di Gaza hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat internasional seiring berlanjutnya ketegangan dan bertambahnya jumlah korban di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka





