
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan meningkatnya serangan Israel di Lebanon selatan telah menghambat kapasitas tanggap darurat serta akses penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik.
Serangan Ganggu Jalur Evakuasi dan Bantuan
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) pada Jumat (29/5) melaporkan serangan yang terjadi di Kegubernuran Nabatieh berdampak pada jalan utama di Distrik Marjayoun.
Jalan tersebut merupakan jalur penting untuk evakuasi medis darurat, pergerakan pekerja kemanusiaan, serta akses masyarakat terhadap barang dan layanan esensial.
Pada Kamis (28/5), sumber lokal melaporkan sedikitnya delapan orang tewas akibat serangan udara di Maarakah, Kegubernuran Selatan.
Tiga orang lainnya dilaporkan tewas dan sekitar 37 orang mengalami luka-luka di kamp pengungsi Palestina Al Buss.
Perintah evakuasi yang berulang kali dikeluarkan memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka dan kembali lagi ketika kondisi keamanan berubah.
Tempat-tempat penampungan di Kota Tyre dilaporkan telah mencapai kapasitas maksimal.
Semakin banyak keluarga yang mengungsi ke wilayah utara dan meninggalkan tempat tinggal mereka.
"Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya terus menyalurkan bantuan penyelamat nyawa ke seluruh penjuru negeri," ungkap OCHA.
Ribuan Korban Berjatuhan Sejak Eskalasi Konflik
OCHA menyebut Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) bersama mitranya telah mendistribusikan lebih dari 11 juta makanan panas dan dingin kepada warga terdampak konflik sejak 2 Maret.
Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) dan mitra penampungan juga telah menyalurkan lebih dari 170.000 selimut serta 130.000 kasur bagi keluarga yang mengungsi.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya intensitas pertempuran di negara tersebut.
Ia juga menyoroti dampak perintah evakuasi yang memengaruhi masyarakat di berbagai wilayah Lebanon.
Menurut Riza, terdapat laporan yang menyebut serangan udara melukai warga sipil ketika mereka berusaha melarikan diri dari daerah yang berada di bawah perintah evakuasi.
Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon yang dikutip OCHA, sedikitnya 3.355 orang tewas dan 10.095 lainnya luka-luka sejak eskalasi konflik pada 2 Maret menyusul perang AS-Israel melawan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





