
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam rencana Israel memperluas wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza hingga mencapai 70 persen dan menegaskan seluruh wilayah Palestina harus tetap menjadi milik rakyat Palestina.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan sikap tersebut dalam keterangannya kepada wartawan di markas besar PBB di New York pada Jumat (29/5/2026).
"Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina," tegas Dujarric.
Ia mengungkapkan PBB terus menyerukan agar Israel menarik pasukannya dari wilayah pendudukan di sepanjang area yang dikenal sebagai "garis kuning".
"Itulah yang ingin kami lihat, dan kami telah menyerukan Israel untuk menarik diri dari pendudukannya di sepanjang apa yang disebut garis kuning, dan itu akan terus menjadi posisi kami," ungkapnya.
Netanyahu Ingin Perluas Wilayah Kendali
Pernyataan PBB muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut negaranya saat ini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza.
Netanyahu juga mengisyaratkan adanya rencana memperluas area yang berada di bawah kendali Israel hingga mencapai 70 persen wilayah Gaza.
Meski demikian, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana langkah tersebut akan dilaksanakan.
Sebelumnya, militer Israel pada Oktober tahun lalu menyatakan telah menguasai 53 persen wilayah Gaza setelah melakukan penempatan ulang pasukan di kawasan yang disebut sebagai "garis kuning".
Garis Kuning Terus Bergeser
"Garis kuning" merupakan zona pemisah sementara di Gaza bagian timur yang menjadi batas antara wilayah yang dikuasai militer Israel dan area yang masih dapat dihuni warga Palestina.
Namun, sumber-sumber Palestina menyebut batas tersebut terus bergeser ke arah barat dalam beberapa bulan terakhir.
Pejabat senior Hamas Bassem Naim mengatakan wilayah yang dikuasai Israel bertambah sekitar 8 hingga 9 persen akibat pergeseran garis tersebut.
Menurut Naim, kondisi itu membuat area yang berada di bawah kendali Israel kini telah melampaui 60 persen wilayah Jalur Gaza.
PBB menegaskan posisi mereka tetap mendukung pengembalian wilayah pendudukan dan menolak perluasan kendali yang dinilai berpotensi memperburuk situasi di Gaza.
- Penulis :
- Aditya Yohan





