HOME  ⁄  Geopolitik

Global Sumud Flotilla Menghentikan Misi Bantuan Darat ke Gaza Setelah Penahanan Aktivis di Libya

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Global Sumud Flotilla Menghentikan Misi Bantuan Darat ke Gaza Setelah Penahanan Aktivis di Libya
Foto: Anak-anak Palestina antre mendapatkan makanan hangat saat dibagikan di kamp Nuseirat, Deir al Balah, Palestina, Senin (13/4/2026). Sebuah organisasi amal membagikan makanan ke kawasan tersebut di tengah blokade Israel dan pembatasan masuknya bantuan yang terus berlanjut. (sumber: ANTARA/Anadolu/Moiz Salhi)

Pantau - Global Sumud Flotilla mengakhiri misi pengiriman bantuan kemanusiaan melalui jalur darat menuju Jalur Gaza setelah penahanan sejumlah perwakilan di Libya.

Penghentian misi terjadi setelah 10 perwakilan konvoi ditahan saat berupaya menegosiasikan akses perjalanan menuju Mesir untuk membuka jalur aman distribusi bantuan.

Peristiwa ini terjadi di tengah upaya konvoi darat Global Sumud yang sebelumnya masih bernegosiasi agar dapat melintasi rute menuju Gaza melalui perbatasan Mesir.

Penahanan Perwakilan Konvoi di Libya

Aktivis menyampaikan bahwa penahanan terjadi ketika delegasi mereka berada di Libya dalam rangka membuka jalur aman bagi konvoi bantuan kemanusiaan.

Otoritas di Libya timur disebut meminta agar bantuan diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Libya untuk kemudian diteruskan ke Mesir sesuai mekanisme setempat.

Upaya negosiasi yang dilakukan perwakilan Global Sumud Flotilla berakhir setelah penahanan tersebut dan konvoi darat dinyatakan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Hambatan Akses Bantuan Menuju Gaza

Penghentian misi ini menambah daftar hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang hingga kini masih menghadapi pembatasan akses lintas wilayah.

Situasi tersebut terjadi di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang membuat berbagai upaya distribusi bantuan internasional terus bergantung pada persetujuan otoritas lintas negara.

Sumber informasi peristiwa ini dilaporkan berasal dari WAFA-OANA yang memantau perkembangan misi konvoi bantuan tersebut.

Penulis :
Arian Mesa