HOME  ⁄  Geopolitik

Warga Teheran Terus Turun ke Jalan Dukung Pemerintah di Tengah Perundingan dengan AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Warga Teheran Terus Turun ke Jalan Dukung Pemerintah di Tengah Perundingan dengan AS
Foto: (Sumber : Arsip - Sejumlah warga menghadiri upacara pemakaman Alireza Tangsiri, komandan utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang merupakan korban serangan udara Amerika dan Israel di Teheran, Iran, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa..)

Pantau - Warga Teheran terus menggelar aksi di sejumlah titik pusat ibu kota Iran sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan angkatan bersenjata di tengah berlangsungnya perundingan serta ancaman konflik yang belum sepenuhnya berakhir.

Aksi dukungan itu berlangsung hampir 90 hari sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Salah seorang demonstran, Fatima Rahmani, mengatakan warga tetap bertahan di ruang publik meski gencatan senjata telah diumumkan.

"Kami turun ke jalan untuk mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata kami. Ya, gencatan senjata telah diumumkan, tetapi sampai ancaman perang bagi negara kami benar-benar hilang, kami akan tetap berada di alun-alun," ungkapnya.

Aksi Massa Warnai Pusat Kota Teheran

Puluhan keluarga berkumpul di Lapangan Valiasr, Teheran, sambil mengibarkan bendera Iran dan simbol kelompok Hizbullah.

Para peserta juga meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan anti-Israel sebagai bentuk protes terhadap serangan yang terjadi sebelumnya.

Kegiatan serupa dilaporkan berlangsung di sejumlah lokasi penting lainnya di Teheran.

Warga turut mendirikan tenda-tenda di sepanjang jalan lingkar kota yang digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Di beberapa tenda, para teolog memberikan ceramah kepada masyarakat.

Sementara di lokasi lain, warga membagikan teh gratis dan membuat kartun yang menggambarkan situasi konfrontasi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Ketegangan Masih Membayangi

Pemerintah setempat juga memasang poster bergambar sosok yang menyerupai Presiden Amerika Serikat Donald Trump di salah satu bangunan kota.

Poster tersebut menampilkan ilustrasi simbolis dengan bibir tokoh yang digambarkan tertutup oleh Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang mulai berlaku pada 7 April.

Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan baru, sementara Amerika Serikat melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberikan kesempatan bagi Iran mengajukan proposal perdamaian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf