
Pantau - Sejumlah pemimpin Eropa menyambut positif kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon serta mendorong langkah lanjutan menuju perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah.
Dukungan Eropa dan Harapan Perdamaian
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut gencatan senjata tersebut sebagai kelegaan, namun menekankan pentingnya solusi jangka panjang.
“Kini, kita tidak hanya membutuhkan jeda sementara, tetapi jalur menuju perdamaian permanen. Eropa akan terus menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon,” katanya.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga menyambut baik kesepakatan tersebut dan menekankan pentingnya implementasi di lapangan.
“Penting bagi Israel dan Lebanon untuk terlibat dalam negosiasi yang bermakna dan menghasilkan hasil konkret—demi kepentingan rakyat mereka dan prospek perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Seruan Implementasi dan Negosiasi Lanjutan
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan gencatan senjata ini sebagai kabar baik dan berharap dapat membuka jalan menuju perdamaian abadi.
“Saya berharap gencatan senjata ini dapat menciptakan kondisi untuk negosiasi yang berhasil antara Israel dan Lebanon, yang mengarah pada perdamaian penuh dan abadi,” katanya.
Sejumlah pejabat Eropa lainnya juga menekankan pentingnya verifikasi dan kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut di lapangan.
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyebut langkah ini penting setelah periode kekerasan yang panjang, sementara Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menegaskan perlunya menghentikan penderitaan warga sipil.
“Sekarang semuanya bergantung pada apakah ini dapat bertahan dan mengarah pada proses politik yang berkelanjutan,” kata Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang dimulai pada Kamis (16/4), menyusul pembicaraan yang dimediasi AS di Washington.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








