
Pantau - Uni Eropa (UE) menerima ratusan ribu pengungsi dan pencari suaka sepanjang 2025 meski negara-negara anggotanya terus membahas pengetatan kebijakan migrasi dan upaya pemberantasan migrasi ilegal.
Data Eurostat yang dirilis Jumat (19/6/2026) mencatat terdapat 669.710 permohonan suaka baru yang diajukan di wilayah Uni Eropa selama 2025.
Selain itu, UE juga memberikan lebih dari 683.000 status perlindungan sementara kepada warga Ukraina yang mengungsi akibat konflik.
Permohonan Suaka Capai Ratusan Ribu Kasus
Eurostat menyebut jumlah permohonan suaka pertama kali yang diterima Uni Eropa sepanjang 2025 mencapai hampir 670 ribu kasus.
“Pada tahun 2025, Uni Eropa mencatat 669.710 permohonan suaka untuk pertama kalinya,” ungkap Eurostat.
Dalam periode yang sama, negara-negara anggota Uni Eropa mengeluarkan 325.955 keputusan positif tingkat pertama atas permohonan suaka.
Sebanyak 49.025 keputusan positif tambahan juga diberikan setelah proses banding dan peninjauan ulang.
Di sisi lain, Uni Eropa memberikan status perlindungan sementara baru kepada 683.475 warga Ukraina.
“Pada tahun 2025, Uni Eropa juga memberikan status perlindungan sementara baru kepada 683.475 orang yang mengungsi dari Ukraina,” ungkap Eurostat.
Jumlah perlindungan sementara yang diberikan kepada warga Ukraina bahkan melampaui total permohonan suaka baru dari seluruh warga negara lainnya.
Venezuela Jadi Pencari Suaka Terbanyak
Eurostat mencatat warga Venezuela menjadi kelompok pencari suaka terbesar di Uni Eropa sepanjang 2025.
Jumlah permohonan dari warga Venezuela mencapai 89.455 kasus atau sekitar 13,4 persen dari total permohonan suaka baru.
Warga Afghanistan menempati posisi kedua dengan 63.900 permohonan.
Sementara warga Suriah berada di urutan ketiga dengan 40.405 permohonan.
Data tersebut menunjukkan perubahan komposisi pencari suaka dibanding beberapa tahun sebelumnya yang didominasi warga Suriah dan Afghanistan.
Perlindungan Ukraina Berlaku Hingga 2027
Menurut Eurostat, jumlah permohonan suaka tertinggi di Uni Eropa pernah terjadi pada 2015 dengan total 1.216.860 permohonan.
Sementara itu, mekanisme perlindungan sementara bagi warga Ukraina mulai diterapkan Uni Eropa sejak Februari 2022.
Kebijakan tersebut memberikan akses izin tinggal, pekerjaan, layanan kesehatan, dan pendidikan bagi warga Ukraina di seluruh negara anggota UE.
Mekanisme perlindungan sementara itu direncanakan tetap berlaku hingga Maret 2027.
Pengumuman data terbaru ini muncul di tengah pembahasan intensif negara-negara anggota Uni Eropa terkait penguatan kebijakan migrasi dan pengendalian arus migran ilegal ke kawasan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





