HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol dan Brasil Kecam Keras Dugaan Penculikan Aktivis Armada Gaza oleh Israel di Perairan Internasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Spanyol dan Brasil Kecam Keras Dugaan Penculikan Aktivis Armada Gaza oleh Israel di Perairan Internasional
Foto: (Sumber: Arsip foto - Kapal-kapal yang mengibarkan bendera Palestina dari 'Misi Musim Semi 2026' Armada Sumud Global, yang bertujuan untuk memecah blokade di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, menyelesaikan persiapannya di Sisilia, Italia, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/Anadolu Agency/Barış Seçkin/pri..)

Pantau - Pemerintah Spanyol dan Brasil mengecam keras dugaan penculikan aktivis armada bantuan Gaza oleh Israel di perairan internasional dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama pada Jumat terkait penahanan dua warga negara mereka.

Kedua aktivis itu berada di kapal armada Global Sumud flotilla yang dicegat pasukan Israel saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Kecaman dan Tuntutan Diplomatik

Pemerintah Spanyol dan Brasil menyatakan, "Tindakan ilegal yang terang-terangan oleh otoritas Israel di luar yurisdiksinya ini merupakan pelanggaran hukum internasional."

Mereka menilai tindakan tersebut dapat diajukan ke pengadilan internasional serta berpotensi menjadi tindak pidana.

Kedua negara juga menuntut Israel segera memulangkan warga mereka dengan jaminan keselamatan penuh.

Selain itu akses konsuler diminta segera diberikan untuk memastikan perlindungan terhadap para aktivis.

Kronologi dan Dampak Insiden

Armada Global Sumud flotilla diserang pada Kamis di dekat wilayah Yunani sekitar 600 mil laut dari tujuan Gaza.

Kapal bantuan tersebut sebelumnya berangkat dari Barcelona dan Sisilia sebagai bagian dari misi kemanusiaan.

Blokade Israel terhadap Gaza sejak 2007 membuat sekitar 2,4 juta warga berada dalam kondisi krisis kemanusiaan.

Dalam pernyataan disebutkan bahwa konflik yang berlangsung sejak 2023 telah menimbulkan puluhan ribu korban jiwa dan kerusakan luas.

Insiden ini menambah ketegangan internasional terkait akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Penulis :
Ahmad Yusuf