HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ajukan Proposal Damai 14 Poin untuk Akhiri Konflik dengan AS dan Israel

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Ajukan Proposal Damai 14 Poin untuk Akhiri Konflik dengan AS dan Israel
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Iran mengajukan proposal perdamaian 14 poin untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, yang mencakup tuntutan ganti rugi hingga pengaturan baru pelayaran di Selat Hormuz.

Proposal tersebut diserahkan kepada Pakistan pada 30 April sebagai bagian dari upaya mediasi konflik.

Iran menginginkan penyelesaian konflik dalam waktu 30 hari, berbeda dengan usulan Amerika Serikat yang menawarkan gencatan senjata selama dua bulan.

Pemerintah Iran menekankan bahwa fokus utama harus pada penghentian perang secara menyeluruh, bukan sekadar perpanjangan gencatan senjata.

Tuntutan utama Iran meliputi pemberian ganti rugi, jaminan tidak ada agresi militer lanjutan, serta penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah sekitar Iran.

Selain itu, Iran juga meminta pencabutan sanksi ekonomi dan pencairan asetnya yang berada di luar negeri.

Terkait Selat Hormuz, Iran menuntut pengakhiran blokade serta penerapan mekanisme pelayaran baru di kawasan tersebut.

Konflik ini bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada 8 April sebelum kembali melanjutkan negosiasi.

Perundingan lanjutan berlangsung di Islamabad, Pakistan, namun hingga kini belum mencapai kesepakatan final.

Upaya mediasi masih terus dilakukan guna membuka kembali ruang dialog antara pihak-pihak yang terlibat.

Meski belum terjadi serangan baru, Amerika Serikat dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan lanjutan.

Penulis :
Gerry Eka