
Pantau - Iran mengajukan proposal balasan berisi 14 poin kepada Amerika Serikat melalui Pakistan guna menghentikan konflik bersenjata secara permanen, bukan sekadar gencatan senjata sementara.
Proposal tersebut menargetkan penyelesaian konflik dalam waktu 30 hari, berbeda dengan usulan Amerika Serikat yang menginginkan gencatan senjata selama dua bulan.
Fokus utama Iran adalah mengakhiri perang secara menyeluruh dengan sejumlah tuntutan strategis.
Iran meminta penarikan penuh pasukan Amerika Serikat dari wilayah sekitar perbatasannya serta jaminan tidak adanya agresi militer di masa depan.
Dalam aspek ekonomi, Iran menuntut pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran sanksi, pelepasan aset yang dibekukan di luar negeri, serta pembayaran kompensasi.
Proposal juga mencakup penghentian konflik di berbagai front termasuk di Lebanon dan pembentukan mekanisme tata kelola baru untuk Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak global.
Langkah ini muncul setelah konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak Februari.
Serangan awal dilaporkan menyebabkan korban jiwa termasuk pemimpin tinggi Iran saat itu Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke target Amerika Serikat dan Israel.
Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April, namun negosiasi lanjutan belum mencapai kesepakatan.
Saat ini Iran masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terhadap proposal tersebut.
Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
- Penulis :
- Gerry Eka





