
Pantau - ASEAN menegaskan komitmennya mendorong migrasi tenaga kerja yang adil, aman, tertib, dan teratur melalui kerja sama regional di tengah meningkatnya kompleksitas mobilitas di kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Benedicto Ernesto R. Bitonio dalam Pertemuan Meja Bundar Tingkat Tinggi ASEAN yang digelar di Filipina.
“Sebagai Ketua ASEAN, Filipina berkomitmen untuk memajukan migrasi tenaga kerja yang adil, tertib, aman, dan teratur melalui dialog, kerja sama, dan inisiatif regional yang menjunjung tinggi hak dan martabat migran, termasuk keluarga mereka,” ujarnya.
Menteri Pekerja Migran Filipina, Hans Leo J. Cacdac, menegaskan bahwa pekerja migran harus menjadi pusat kebijakan di kawasan.
“Filipina terus memimpin upaya ASEAN untuk menempatkan pekerja migran sebagai pusat kebijakan, memperkuat perlindungan, kesiapan, dan kerja sama regional dalam lanskap mobilitas yang semakin kompleks,” katanya.
Pertemuan tersebut mengusung tema “Migrasi di Persimpangan Jalan: Memajukan Kerja Sama Regional yang Berorientasi pada Solusi di Asia Tenggara”.
Diskusi menyoroti meningkatnya kompleksitas mobilitas di Asia Tenggara akibat pertumbuhan ekonomi, perubahan demografi, urbanisasi cepat, serta transformasi digital.
Pada 2024, lebih dari 24 juta migran internasional berasal dari negara anggota ASEAN.
ASEAN juga menampung sekitar 11 juta migran internasional, termasuk 7 juta migran intra-ASEAN.
Migrasi tenaga kerja dinilai menjadi salah satu dinamika paling signifikan di kawasan dan berpotensi menjadi penggerak pembangunan jika dikelola dengan baik.
Upaya yang didorong ASEAN meliputi perluasan jalur migrasi yang aman, peningkatan mobilitas tenaga kerja, serta pengembangan keterampilan.
Selain itu, negara anggota sepakat memperkuat perlindungan pekerja migran, termasuk akses terhadap informasi, layanan, mekanisme pengaduan, serta sistem ganti rugi.
ASEAN juga mendorong kepulangan yang aman dan reintegrasi berkelanjutan bagi pekerja migran, serta memperkuat kemitraan multilateral dan bilateral.
IOM menegaskan komitmennya sebagai mitra jangka panjang ASEAN dalam mendukung tata kelola migrasi yang adaptif dan berbasis risiko.
Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda menuju Forum Tinjauan Migrasi Internasional dan KTT ASEAN ke-48, serta terkait dengan Pertemuan Pejabat Senior Tenaga Kerja ASEAN dalam Rencana Aksi 2026–2030 perlindungan pekerja migran.
- Penulis :
- Gerry Eka





