
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengomunikasikan proposal baru untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat kepada sejumlah negara Asia dan Eropa dalam pertemuan pada 1 dan 2 Mei 2026.
Proposal tersebut disampaikan kepada menteri luar negeri dari berbagai negara, termasuk Turki, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Irak, Azerbaijan, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Prancis, dan Italia.
Proposal juga dikomunikasikan kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa.
Araghchi menyatakan bahwa “agresi militer” oleh Amerika Serikat dan Israel telah memicu ketegangan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Ia menegaskan Iran tidak memulai perang dan tetap terbuka untuk jalur diplomasi.
Namun, Iran mensyaratkan agar Amerika Serikat menghentikan “pendekatan maksimalisnya,” termasuk ancaman dan tindakan provokatif.
Araghchi juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap membela negara dari berbagai ancaman.
Ia turut memuji peran sejumlah negara yang dinilai konstruktif dalam mendorong diplomasi dan mencegah eskalasi konflik.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.
Serangan tersebut menewaskan Ali Khamenei serta sejumlah komandan senior dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026.
Setelah itu, dilakukan perundingan antara delegasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, namun belum menghasilkan kesepakatan.
Iran juga dilaporkan telah mengirimkan proposal baru terkait negosiasi kepada Pakistan sebagai bagian dari upaya diplomasi lanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka





