HOME  ⁄  Geopolitik

Filipina-Singapura Sepakati Kerja Sama Emisi, Jadi Contoh ASEAN

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Filipina-Singapura Sepakati Kerja Sama Emisi, Jadi Contoh ASEAN
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Deretan gedung bertingkat yang tertutup polusi di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.)

Pantau - Kesepakatan kerja sama pengurangan emisi antara Filipina dan Singapura dinilai menjadi contoh bagi negara anggota ASEAN dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui mekanisme transfer hasil pengurangan emisi.

Kerja sama tersebut mencakup implementasi Internationally Transferred Mitigation Outcomes (ITMO) yang merujuk pada Pasal 6.2 dari Kesepakatan Paris 2015.

Menteri Lingkungan Filipina Juan Miguel T. Cuna menyatakan bahwa "Kesepakatan tersebut merefleksikan kekuatan dari kemitraan yang dibangun oleh rasa saling percaya, transparansi, dan ambisi bersama,".

Mekanisme ini memungkinkan transfer hasil pengurangan emisi antarnegara untuk memenuhi target kontribusi iklim nasional.

Filipina dan Singapura akan mengoordinasikan langkah mitigasi serta mengembangkan sistem tata kelola sesuai standar internasional.

Kedua negara juga akan membentuk komite bersama dan mengintegrasikan register nasional ITMO.

Proses otorisasi proyek mitigasi akan dibuka secara formal sebagai tindak lanjut kerja sama.

Implementasi kerja sama ini membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan, pengelolaan sampah, pengurangan metana, dan pertanian cerdas.

Menteri Lingkungan Singapura Grace Fu menyatakan kolaborasi ini akan mendorong pendanaan iklim dan pasar karbon.

Ia menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal di Filipina.

Kesepakatan ini juga menunjukkan kesiapan negara ASEAN untuk berpartisipasi dalam pasar karbon global.

Kesepakatan diteken dalam rangkaian Pekan Iklim ASEAN.

Pendapatan dari transfer ITMO dapat dimanfaatkan untuk reforestasi, perlindungan hutan, dan pembangunan energi berkelanjutan.

Program tersebut juga diharapkan mendukung masyarakat yang terdampak perubahan iklim.

Kerja sama ini membuka jalan bagi kawasan menuju masa depan rendah karbon.

Penulis :
Gerry Eka