HOME  ⁄  Geopolitik

Irak Targetkan Produksi Minyak Pulih Sepekan Usai Pembukaan Selat Hormuz

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Irak Targetkan Produksi Minyak Pulih Sepekan Usai Pembukaan Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Arsip foto - Pekerja di anjungan pengeboran di ladang minyak Halfaya PetroChina di Provinsi Maysan, Irak (25/9/2022). ANTARA/Xinhua/Khalil Dawood/aa.)

Pantau - Wakil Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed menyatakan produksi dan ekspor minyak negaranya dapat pulih dalam waktu tujuh hari setelah pelayaran di Selat Hormuz kembali normal.

Basim Mohammed menyampaikan bahwa "Produksi dan ekspor minyak Irak dapat dipulihkan ke tingkat sebelum penutupan Selat Hormuz dalam tujuh hari setelah pelayaran kembali pulih secara bebas,".

Saat ini produksi minyak Irak berada di angka sekitar 1,5 juta barel per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ribu barel per hari diekspor melalui Ceyhan di Turki.

Sebelum konflik di Selat Hormuz, produksi minyak Irak mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari.

Blokade yang dipicu konflik terkait Iran berdampak langsung pada penurunan produksi dan ekspor minyak di kawasan.

Pemerintah Irak tengah melakukan pemeriksaan jalur pipa minyak Kirkuk-Fish-Kabur.

Jalur tersebut merupakan cabang baru dari pipa utama Kirkuk-Ceyhan.

Uji coba operasional jalur pipa dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan sebagai bagian dari upaya pemulihan distribusi energi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur saat jalur pelayaran kembali dibuka.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dan LNG dari kawasan Teluk Persia ke pasar dunia.

Gangguan di jalur tersebut berdampak pada kenaikan harga minyak dan komoditas industri secara global.

Kondisi ini juga memengaruhi stabilitas energi internasional dan rantai pasok global.

Penulis :
Gerry Eka