HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Penyesuaian HET Minyakita Bukan Dampak Program B50

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Tegaskan Penyesuaian HET Minyakita Bukan Dampak Program B50
Foto: (Sumber: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (kanan) bersama Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti (kiri) usai membuka Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM di Jakarta, Minggu (3/5/2026). (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan).)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tidak terkait dengan kebijakan biodiesel B50, melainkan dipengaruhi kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi.

Faktor Kenaikan Harga Minyakita

Budi Santoso menegaskan tidak ada hubungan antara penyesuaian HET Minyakita dengan program B50 yang akan diterapkan pada 1 Juli 2026.

Ia mengatakan, "Gak ada sama sekali,"

Menurutnya, penyesuaian dilakukan karena harga crude palm oil (CPO) mengalami kenaikan serta meningkatnya biaya produksi.

Ia menyebut, "Ini kan faktor karena harga CPO naik, biaya produksi naik. Jadi kami kan harus menyesuaikan semua,"

HET Minyakita sendiri belum mengalami perubahan sejak 2024.

Saat ini pemerintah masih membahas rencana penyesuaian harga tersebut.

Ia menyampaikan, "Lagi kita bahas sekarang,"

Harga dan Distribusi Tetap Terkendali

Secara nasional, harga Minyakita masih berada di kisaran Rp15.800 per liter dan dinilai relatif stabil.

Harga tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang sempat berada di angka sekitar Rp15.900 per liter.

Namun, beberapa wilayah seperti Papua masih mencatat harga lebih tinggi akibat kendala distribusi.

Pemerintah telah meminta Bulog untuk membantu memperlancar distribusi ke daerah tersebut.

Dari sisi pasokan, pemerintah memastikan ketersediaan tetap aman.

Ia menegaskan, "Gak ada masalah pasokan,"

Program biodiesel B50 sendiri bertujuan meningkatkan kemandirian energi serta efisiensi subsidi.

Secara keseluruhan, penyesuaian HET Minyakita dipengaruhi faktor ekonomi dan bukan kebijakan energi.

Penulis :
Gerry Eka