HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tinjau Ulang Pengerahan Senjata di Jerman, Dipicu Ketegangan Politik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

AS Tinjau Ulang Pengerahan Senjata di Jerman, Dipicu Ketegangan Politik
Foto: (Sumber: Ilustrasi pasukan Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Murad Sezer/aa.)

Pantau - Amerika Serikat meninjau kembali rencana pengerahan senjata jarak jauh di Jerman di tengah rencana pengurangan kehadiran militer serta dinamika hubungan politik dengan sekutu Eropa.

Presiden Donald Trump berencana mengurangi lebih dari 5.000 pasukan AS di Jerman.

Kebijakan ini muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik pendekatan Trump terkait konflik dengan Iran.

Langkah tersebut dinilai dapat memengaruhi rencana pengerahan senjata jarak jauh seperti rudal Tomahawk.

Gedung Putih juga disebut akan membatalkan keputusan pemerintahan sebelumnya terkait penempatan garnisun senjata jarak jauh di Jerman.

Sebelumnya, pada 2024, AS dan Jerman menyepakati penempatan bertahap senjata presisi tinggi mulai 2026.

Jenis senjata yang direncanakan termasuk rudal SM-6, rudal jelajah Tomahawk, dan rudal hipersonik.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya memperingatkan bahwa respons Rusia terhadap potensi serangan akan sangat serius.

Ia menilai rencana tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan.

Peninjauan kebijakan ini mencerminkan dinamika geopolitik antara Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia.

Keputusan terkait pengerahan senjata dinilai tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga keseimbangan kekuatan global.

Situasi ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Eropa dalam jangka panjang.

Penulis :
Gerry Eka