
Pantau - Pemerintah Iran menuduh Uni Emirat Arab (UEA) bekerja sama dengan pihak agresor dalam konflik yang melibatkan Teheran, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers di Teheran, Senin (4/5).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tindakan UEA tersebut berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ia menyebut langkah tersebut tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga mengganggu solidaritas antarnegara di kawasan.
"mendukung dan bekerja sama dengan para agresor dalam melawan Iran," ungkapnya.
Iran Soroti Dampak Regional dan Ketegangan Kawasan
Baghaei menegaskan bahwa tindakan UEA telah menimbulkan berbagai persoalan bagi keamanan regional.
Ia juga berharap negara-negara di Timur Tengah dapat mengambil pelajaran dari dinamika konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"seluruh negara di kawasan Timur Tengah telah mengambil pelajaran penting dari berbagai perkembangan yang terjadi selama 50 hari terakhir," ujarnya.
Keputusan UEA Keluar dari OPEC Dikritik
Selain isu politik, Iran turut menyoroti keputusan UEA keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).
Baghaei menilai langkah tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi kawasan maupun anggota organisasi.
Ia bahkan menyebut keputusan itu sebagai respons negatif yang berpotensi memicu ketegangan baru.
"tidak konstruktif," katanya.
UEA sebelumnya menyatakan akan keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ efektif mulai 1 Mei, sehingga jumlah anggota OPEC kini menjadi 11 negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





