HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Kecam Serangan Rudal dan Drone ke UAE di Tengah Memanasnya Konflik Iran-AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Kecam Serangan Rudal dan Drone ke UAE di Tengah Memanasnya Konflik Iran-AS
Foto: (Sumber: Markas PBB (Xinhua).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan rudal dan drone yang menargetkan Uni Emirat Arab (UAE) serta kapal-kapal di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pihaknya sangat prihatin atas serangan yang terjadi pada 4 Mei dan menyebabkan korban luka serta kebakaran di fasilitas industri minyak Fujairah.

“Kami sangat prihatin bahwa beberapa rudal dan drone diluncurkan ke UAE pada 4 Mei, yang dilaporkan mengakibatkan tiga orang terluka dan menyebabkan kebakaran di fasilitas zona industri minyak Fujairah,” ujar Dujarric dalam konferensi pers, Selasa.

PBB juga menyoroti serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz yang dinilai memperbesar ancaman konflik baru di kawasan Timur Tengah.

PBB Minta Semua Pihak Menahan Diri

Dujarric menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk situasi keamanan regional.

“Di tengah gencatan senjata yang semakin tegang, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan,” ungkapnya.

Ia menegaskan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan hukum internasional menjadi satu-satunya solusi yang memungkinkan.

“Tidak ada alternatif yang layak selain penyelesaian damai sengketa internasional sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” katanya.

Kebakaran Fasilitas Minyak Picu Kekhawatiran Baru

Kantor Media Fujairah sebelumnya melaporkan kebakaran besar terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah setelah fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan drone yang disebut diluncurkan dari Iran.

Pihak berwenang Fujairah menyebut tiga warga negara India mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut memicu aksi balasan Iran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf