HOME  ⁄  Geopolitik

CISFED Minta Indonesia Lebih Asertif Sikapi Krisis Kemanusiaan di Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

CISFED Minta Indonesia Lebih Asertif Sikapi Krisis Kemanusiaan di Gaza
Foto: (Sumber: Chairman CISFED Farouk Abdullah Alwyni. ANTARA/HO-CISFED..)

Pantau - Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development atau CISFED mendorong Pemerintah Indonesia mengambil sikap politik yang lebih asertif terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang disebut dipicu oleh serangan Israel.

Chairman CISFED Farouk Abdullah Alwyni mengatakan situasi di Gaza dan Tepi Barat sudah berada pada tingkat yang memprihatinkan dengan indikasi kuat pelanggaran hukum internasional.

“Situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan, dengan indikasi kuat pelanggaran hukum internasional,” kata Farouk dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Farouk menilai kondisi di Palestina merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Konvensi Jenewa, hingga Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

CISFED Soroti Dampak Konflik bagi Indonesia

CISFED meminta Indonesia terus berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak eskalasi militer Israel di kawasan Asia Barat.

Lembaga tersebut juga mengkhawatirkan serangan ke Lebanon, Suriah, dan Iran dapat memicu konflik kawasan yang lebih luas dan destruktif.

Menurut Farouk, dampak konflik kini tidak lagi bersifat abstrak bagi Indonesia setelah adanya insiden tewasnya pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia serta pengambilalihan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Ia menyebut peristiwa itu menjadi bukti bahwa keselamatan warga negara Indonesia ikut terdampak secara langsung.

Pengawasan Investasi Asing Jadi Sorotan

Selain isu geopolitik, CISFED juga mendorong pemerintah memperketat pengawasan terhadap investasi asing di sektor strategis, khususnya energi.

Lembaga itu menyoroti keberadaan PT Ormat Geothermal Indonesia yang dinilai perlu melalui proses due diligence lebih mendalam karena disebut memiliki afiliasi dengan jaringan korporasi Israel.

CISFED menilai langkah pengawasan tersebut penting dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan