HOME  ⁄  Geopolitik

AS dan Iran Dikabarkan Kembali Berunding Pekan Depan Bahas Gencatan dan Nuklir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS dan Iran Dikabarkan Kembali Berunding Pekan Depan Bahas Gencatan dan Nuklir
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Perundingan damai Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan. ANTARA/Anadolu/py/pri..)

Pantau - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan kembali menggelar perundingan damai di Islamabad, Pakistan, paling cepat pekan depan untuk membahas upaya mengakhiri konflik dan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebut kedua negara bersama mediator tengah merancang nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin sebagai kerangka negosiasi selama satu bulan.

Dokumen tersebut disebut mencakup pembahasan program nuklir Iran, meredakan ketegangan di Selat Hormuz, hingga kemungkinan penyerahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain.

Namun, sejumlah isu utama dilaporkan masih belum menemukan titik temu, termasuk terkait tingkat pengurangan sanksi terhadap Iran yang dinilai berpotensi menghambat jalannya negosiasi.

Jika tercapai kemajuan, masa negosiasi selama satu bulan itu disebut dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Ketegangan Memanas Pascaserangan AS-Israel ke Iran

Ketegangan di kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut sehingga memicu konflik yang berdampak terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia.

Pada 8 April 2026, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata melalui mediasi Pakistan.

Namun, perundingan tahap pertama yang berlangsung di Islamabad pada 11 April gagal menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Meski begitu, sejak 13 April 2026, Amerika Serikat dilaporkan melakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Fokus Perundingan

Selat Hormuz menjadi salah satu fokus utama dalam negosiasi terbaru karena jalur tersebut memiliki peran vital bagi perdagangan energi global.

Gangguan pelayaran di kawasan itu sebelumnya memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.

Laporan WSJ menyebut pembahasan mengenai keamanan jalur pelayaran dan pengurangan eskalasi militer menjadi bagian penting dalam rancangan kesepakatan awal kedua negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf