
Pantau - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melontarkan tuduhan serangan militer di sekitar Selat Hormuz meski gencatan senjata sebelumnya telah diumumkan.
Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menuduh militer AS menyerang dua kapal Iran di dekat Selat Hormuz serta melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah sipil di Iran selatan.
Juru bicara markas tersebut, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan serangan itu melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS.
"Serangan oleh tentara agresif dan teroris AS itu melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS," ujar Zolfaghari seperti dikutip media Iran.
Menurut Iran, salah satu kapal yang diserang merupakan kapal tanker minyak yang berlayar dari wilayah Jask menuju Selat Hormuz.
Iran juga menyebut area sipil seperti Bandar-e Khamir dan Sirik di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan udara.
Iran Klaim Balas Serang Kapal Perusak AS
Iran mengaku langsung melakukan serangan balasan terhadap kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyatakan pihaknya melancarkan operasi gabungan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah antikapal, dan drone peledak.
IRGC mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal perang AS hingga tiga kapal perusak mundur dari kawasan Selat Hormuz.
Zolfaghari memperingatkan Iran akan memberikan respons destruktif terhadap setiap bentuk agresi berikutnya.
AS Tegaskan Tidak Ingin Konflik Meluas
Di sisi lain, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyebut pasukannya hanya melakukan tindakan pertahanan diri setelah mencegat serangan Iran yang dianggap tidak beralasan.
CENTCOM menegaskan pihaknya tidak menginginkan eskalasi konflik, namun tetap siap melindungi personel militer Amerika.
"AS tidak menginginkan eskalasi, namun tetap berada di posisi dan siap melindungi pasukan Amerika," demikian pernyataan CENTCOM.
Presiden AS Donald Trump juga membantah kapal perang negaranya mengalami kerusakan saat melintasi Selat Hormuz.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut Iran mengalami kerugian besar dan mengancam akan melancarkan serangan lebih keras jika konflik terus berlanjut.
Trump sebelumnya menghentikan sementara operasi Project Freedom yang bertujuan mengawal kapal komersial di Selat Hormuz guna membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Teheran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





