
Pantau - Rusia dan Ukraina saling menuding tetap melancarkan serangan meski kedua negara telah mengumumkan gencatan senjata sementara.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut pasukan Ukraina melakukan lebih dari 1.300 pelanggaran gencatan senjata melalui serangan drone dan artileri di wilayah perbatasan.
Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, Jumat, Rusia menyatakan pihaknya telah memberikan respons serangan balasan secara sepadan.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia terus melakukan serangan sepanjang malam di garis depan pertempuran.
Zelensky mengatakan pasukan Rusia meluncurkan ratusan serangan drone dan aksi militer lain terhadap posisi Ukraina.
"Hingga Jumat pukul 07.00 waktu setempat, Rusia telah melancarkan lebih dari 140 serangan dan 10 tindakan mengancam terhadap posisi Ukraina di sepanjang garis depan," tulis Zelensky melalui akun X miliknya.
Gencatan Senjata Berlaku Saat Peringatan Hari Kemenangan
Rusia sebelumnya mengumumkan gencatan senjata sementara pada Jumat dan Sabtu untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II.
Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin lalu.
Sementara itu, Ukraina menyatakan mulai menerapkan gencatan senjata dengan Rusia sejak Rabu.
Meski demikian, kedua negara tetap saling menuduh melanggar kesepakatan penghentian serangan tersebut.
Ketegangan di Garis Depan Masih Tinggi
Situasi di garis depan pertempuran dilaporkan masih memanas dengan aktivitas drone dan artileri yang terus berlangsung.
Baik Rusia maupun Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda penurunan eskalasi konflik dalam waktu dekat.
Konflik antara kedua negara terus menjadi perhatian dunia internasional karena berdampak pada stabilitas keamanan dan ekonomi global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





