HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Brutal Jika Tolak Kesepakatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Brutal Jika Tolak Kesepakatan
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, Senin (6/4/2026). ANTARA/Xinhua/Li Yuanqing/aa..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran dengan serangan baru yang lebih keras apabila Teheran menolak menandatangani kesepakatan dalam waktu dekat.

“Kita akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!” tulis Trump melalui platform Truth Social.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah serangkaian konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Konflik AS-Iran Memanas Sejak Februari

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Trump lalu memperpanjang masa penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.

Proyek Freedom Disiapkan di Selat Hormuz

Di tengah ketegangan tersebut, Trump juga mengumumkan Proyek Freedom yang bertujuan membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dari kawasan itu.

Namun pada Selasa, Trump mengatakan operasi tersebut dihentikan sementara guna membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia yang sempat mengalami gangguan akibat konflik antara kedua negara.

Ketegangan di kawasan itu sebelumnya juga memicu lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran pasar internasional.

Penulis :
Aditya Yohan