
Pantau - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026 melalui penandatanganan nota kesepahaman terkait penghentian perang dan negosiasi nuklir.
Laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan kedua negara tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman berisi kerangka negosiasi lebih rinci terkait program nuklir Iran dan pembukaan jalur Selat Hormuz.
Amerika Serikat disebut berharap Iran memberikan respons terhadap sejumlah isu utama dalam waktu 48 jam.
Draf Kesepakatan Bahas Nuklir dan Selat Hormuz
Dalam draf kesepakatan tersebut, Iran diminta menangguhkan pengayaan nuklir sementara Amerika Serikat diwajibkan mencabut sanksi serta membebaskan dana Iran yang dibekukan.
Kedua negara juga disebut akan melonggarkan pembatasan transit di Selat Hormuz yang selama konflik menjadi titik ketegangan utama perdagangan energi global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan turut menunda operasi baru di Selat Hormuz demi mempertahankan gencatan senjata karena adanya perkembangan positif dalam perundingan.
Negosiasi draf berisi 14 poin itu dilakukan oleh utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bersama sejumlah pejabat Iran baik secara langsung maupun melalui mediator.
Perundingan Lanjutan Masih Dibahas
Rancangan nota kesepahaman juga mencakup penghentian perang dan pembukaan masa negosiasi selama 30 hari terkait pembatasan program nuklir Iran, pencabutan sanksi, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Perundingan lanjutan kemungkinan akan digelar di Islamabad atau Jenewa dengan pembatasan pelayaran Iran dan blokade laut Amerika Serikat dilonggarkan secara bertahap selama proses berlangsung.
Axios juga melaporkan Amerika Serikat dapat kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan operasi militer apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan akhir.
Salah satu poin yang masih diperdebatkan ialah durasi moratorium pengayaan nuklir Iran, di mana Iran mengusulkan lima tahun sementara Amerika Serikat menginginkan hingga 20 tahun.
Sumber menyebut kompromi yang sedang dibahas berkisar antara 12 hingga 15 tahun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





