HOME  ⁄  Geopolitik

Bangladesh Sambut Tanker Minyak Pertama Sejak Konflik AS-Iran Memanas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bangladesh Sambut Tanker Minyak Pertama Sejak Konflik AS-Iran Memanas
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Tanker Indian Oil Desh Garima membawa minyak mentah, setelah melewati Selat Hormuz, terlihat di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India pada Kamis (30/4/2026). (ANTARA/Anadolu/İmtiyaz Shaikh/pri).)

Pantau - Bangladesh menerima kedatangan tanker minyak mentah pertama sejak konflik di Timur Tengah pecah akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari 2026.

Tanker bernama MT Ninemia yang membawa sekitar 100 ribu ton minyak mentah dari Arab Saudi tiba di Pelabuhan Chattogram, Bangladesh.

Kedatangan kapal tersebut dilaporkan surat kabar Bangladesh, Daily Star, pada Rabu (6/5).

Pengiriman minyak mentah ke Bangladesh sebelumnya sempat terhenti sejak pertengahan Februari hingga April akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kondisi itu menyebabkan operasional kilang minyak lokal di Chattogram praktis lumpuh selama beberapa bulan terakhir.

Kilang Minyak Akan Kembali Beroperasi

Dengan tibanya MT Ninemia, kilang minyak di Chattogram dijadwalkan kembali beroperasi mulai Sabtu (9/5).

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut memicu kerusakan besar dan korban sipil serta memperburuk stabilitas kawasan.

Gencatan senjata antara AS dan Iran sempat diumumkan pada 7 April 2026, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan, belum menghasilkan kesepakatan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi waktu kepada Iran mengajukan proposal perdamaian.

Selat Hormuz Sempat Lumpuh

Eskalasi konflik hampir menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan di jalur tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar dunia dan menghambat distribusi energi internasional.

Trump juga sempat mengumumkan operasi Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz.

Namun operasi tersebut dihentikan sementara sambil menunggu kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Penulis :
Aditya Yohan