
Pantau - Situasi di Selat Hormuz dan sejumlah kota pesisir Iran dilaporkan kembali normal setelah sempat terjadi baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat yang memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Media Iran Press TV pada Jumat melaporkan kondisi pelayaran dan keamanan di kawasan tersebut mulai stabil usai insiden militer antara kedua negara.
Sebelumnya, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran pada Kamis malam.
Wilayah yang disebut menjadi sasaran serangan meliputi pantai Pelabuhan Khamir, Kota Sirik, Pulau Qeshm, hingga dua kapal milik Iran.
Iran Klaim Balas Serangan AS
Ebrahim Zolfaghari mengatakan angkatan bersenjata Iran langsung membalas serangan tersebut dengan menargetkan kapal perang Amerika Serikat di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Ia menyebut serangan balasan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada armada militer AS.
Sebagai respons, Komando Pusat AS menyatakan militernya telah “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS.”
Pihak AS juga menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik, namun siap melakukan balasan apabila diperlukan.
Trump Pastikan Gencatan Senjata Masih Berlaku
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump memastikan gencatan senjata dengan Iran masih tetap berlaku.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah insiden baku tembak terjadi di sekitar Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia yang menghubungkan negara-negara Teluk Persia dengan pasar internasional.
Ketegangan di kawasan tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





