HOME  ⁄  Geopolitik

Iran dan AS Kembali Saling Serang, Situasi Selat Hormuz Memanas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran dan AS Kembali Saling Serang, Situasi Selat Hormuz Memanas
Foto: (Sumber: Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat dilaporkan saling melancarkan serangan yang memicu gangguan pelayaran di jalur vital distribusi minyak dunia tersebut.

Televisi nasional Iran pada Kamis melaporkan angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan AS sebagai balasan atas aksi Amerika yang melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran di sekitar Teluk Oman sehari sebelumnya.

Komando Pusat AS sebelumnya menyatakan pasukannya telah melumpuhkan kapal tanker Iran pada Rabu di kawasan Teluk Oman.

Namun, laporan dari Iran tidak menjelaskan secara rinci apakah kedua insiden tersebut saling berkaitan.

Ledakan Terdengar di Teheran dan Bandar Abbas

Laporan media Iran menyebut kapal-kapal AS mundur setelah mendapat serangan dari pasukan Iran di Selat Hormuz dan mengalami kerusakan.

Pada hari yang sama, suara ledakan juga terdengar di wilayah barat Teheran.

Kantor berita Mehr mengonfirmasi sistem pertahanan udara Iran di ibu kota sempat diaktifkan.

Sementara itu, media AS Fox News melaporkan militer Amerika turut menyerang Pelabuhan Qeshm dan Kota Bandar Abbas.

Meski demikian, pemerintah AS disebut tidak berniat memulai kembali perang terbuka dengan Iran.

Sebelumnya, AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Lalu Lintas Minyak Global Terganggu

Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi waktu kepada Iran menyiapkan “proposal gabungan”.

Eskalasi terbaru di kawasan tersebut membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hampir berhenti total.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dan LNG dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Gangguan distribusi energi itu juga memicu kenaikan harga minyak di berbagai negara.

Penulis :
Aditya Yohan