HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Peringatkan DK PBB soal Risiko Eskalasi Konflik Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rusia Peringatkan DK PBB soal Risiko Eskalasi Konflik Iran
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS. ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am/aa..)

Pantau - Rusia memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar tidak mengadopsi rancangan resolusi yang dinilai konfrontatif terkait konflik Iran karena berpotensi memicu eskalasi baru di Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (7/5), Misi Tetap Rusia di PBB mendesak anggota Dewan Keamanan untuk tidak memperkeruh situasi melalui dorongan terhadap resolusi sepihak.

“Kami mendesak rekan-rekan kami di DK PBB untuk tidak memperkeruh ketegangan di dalam dewan, termasuk dengan mendorong rancangan resolusi sepihak dan konfrontatif, yang jika diadopsi dapat memicu gelombang eskalasi baru di Timur Tengah dengan konsekuensi yang sulit diprediksi,” demikian pernyataan Misi Tetap Rusia di PBB.

Rusia menyatakan mendukung penghentian kekerasan tanpa syarat dan mendorong penyelesaian politik serta diplomatik atas perang Iran.

Moskow juga menilai eskalasi yang terjadi saat ini merupakan dampak langsung dari agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Rusia Dukung Jalur Diplomasi dan Mediasi Pakistan

Rusia menegaskan jalur diplomasi harus dijaga dari berbagai bentuk provokasi yang dapat menggagalkan proses negosiasi.

“Kami mendukung upaya mediasi Pakistan dan berharap langkah tersebut dapat menghasilkan penyelesaian yang diharapkan,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut Rusia, retorika keras dan penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk situasi keamanan kawasan yang saat ini masih rapuh.

Peringatan Rusia muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik di Dewan Keamanan PBB terkait usulan resolusi mengenai konflik Iran dan situasi keamanan di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Amerika Serikat dilaporkan menyiapkan rancangan resolusi PBB untuk melindungi navigasi di Selat Hormuz, sementara Iran mendesak DK PBB menolak draf tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf