HOME  ⁄  Geopolitik

Saudi dan Kuwait Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Operasi di Selat Hormuz

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Saudi dan Kuwait Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Operasi di Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Foto arsip yang diambil pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Xinhua/Wang Qiang).)

Pantau - Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer serta wilayah udara mereka oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Langkah tersebut dilaporkan membuka jalan bagi Presiden AS Donald Trump untuk mengamankan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis yang memanas akibat ketegangan dengan Iran.

Menurut laporan Wall Street Journal pada Kamis, pemerintahan Trump tengah bersiap melanjutkan operasi pengawalan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dengan dukungan angkatan laut dan udara AS.

Operasi tersebut sebelumnya sempat dihentikan sementara setelah berlangsung selama 36 jam.

Pentagon Siapkan Operasi Pengawalan Kapal

Media tersebut mengutip pejabat AS dan Saudi yang menyebut Pentagon sedang menilai jadwal untuk melanjutkan operasi pengawalan.

Beberapa pejabat AS menyebut aktivitas militer itu berpotensi dimulai kembali paling cepat pekan ini.

Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika di kawasan Teluk.

Situasi itu memicu penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dan energi dunia.

Gencatan Senjata Belum Hasilkan Kesepakatan

Amerika Serikat kemudian mengumumkan gencatan senjata yang berlaku mulai 8 April melalui mediasi Pakistan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad.

Namun, perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan antara kedua pihak.

Presiden Donald Trump selanjutnya memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Seiring belum tercapainya kesepakatan, AS mulai memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz sejak 13 April.

Trump juga mengumumkan penghentian sementara “Proyek Kebebasan” yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump menegaskan blokade Amerika tetap “berlaku penuh”.

Penulis :
Aditya Yohan