
Pantau - Maskapai penerbangan Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan biaya bahan bakar jet pada Maret 2026 akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi global.
Departemen Perhubungan Amerika Serikat mencatat maskapai AS menghabiskan 5,06 miliar dolar AS untuk bahan bakar jet selama Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat 56,4 persen dibanding Februari 2026 dan naik 30,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi Bahan Bakar Ikut Meningkat
Data Departemen Perhubungan AS menunjukkan maskapai mengonsumsi 1,615 miliar galon bahan bakar selama Maret 2026.
Angka itu meningkat 19,5 persen dibanding Februari 2026 dan naik 0,4 persen dibanding Maret 2025.
Biaya rata-rata bahan bakar pada Maret tercatat sebesar 3,13 dolar AS per galon.
Nilai tersebut naik 74 sen atau 30,9 persen dibanding Februari serta meningkat 72 sen atau 29,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan harga bahan bakar disebut memberikan tekanan besar terhadap operasional maskapai penerbangan di Amerika Serikat.
Spirit Airlines Hentikan Operasi
Dampak kenaikan biaya bahan bakar juga dirasakan maskapai bertarif rendah Spirit Airlines yang berkantor pusat di Florida.
Spirit Airlines pada Sabtu, 2 Mei 2026, mengumumkan resmi berhenti beroperasi setelah lonjakan biaya bahan bakar menghambat upaya perusahaan keluar dari kebangkrutan.
Konflik yang terus memanas di Timur Tengah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga bahan bakar jet global dan memperburuk tekanan terhadap industri penerbangan internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





