
Pantau - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington, Kamis (7/5), di tengah meningkatnya tekanan politik domestik dan ketegangan dagang antara kedua negara.
Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam di Gedung Putih itu terjadi lima bulan menjelang pemilihan presiden Brasil.
Lula menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat hubungan bilateral Brasil dan Amerika Serikat.
“Saya pikir dua demokrasi terbesar di benua ini dapat menjadi contoh bagi dunia,” kata Lula kepada wartawan saat konferensi pers di Kedutaan Besar Brasil.
Ketegangan Tarif dan Dominasi Dagang Jadi Sorotan
Hubungan Brasil dan Amerika Serikat belakangan memanas setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif balasan terhadap Brasil.
Langkah tersebut dilakukan setelah mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro dijatuhi hukuman 27 tahun penjara terkait kasus dugaan upaya kudeta.
Lula mengatakan dominasi ekonomi Amerika Serikat mulai memudar sejak China muncul sebagai mitra dagang utama Brasil sekitar tahun 2008.
“Tujuan kami adalah untuk menyelesaikan perjanjian dengan mitra seperti Kanada dan Jepang. Ini memberi kita dimensi baru dalam membela multilateralisme,” ujar Lula.
Ia juga menilai kebijakan perdagangan unilateral Washington menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui penguatan kerja sama internasional.
Bahas Kejahatan Terorganisir dan Sistem Pembayaran Pix
Selain isu perdagangan, kedua pemimpin turut membahas ancaman kejahatan transnasional, termasuk aliran senjata ilegal ke Amerika Selatan.
“Kami membahas masalah kejahatan terorganisir. Saya memberi tahu presiden bahwa beberapa senjata yang tiba di Brasil berasal dari Amerika Serikat. Ini adalah masalah yang harus kita hadapi bersama,” kata Lula.
Lula juga menanggapi kritik Gedung Putih terhadap sistem pembayaran instan Pix Brasil yang dinilai merugikan perusahaan Amerika Serikat.
“Dia tidak membahas Pix, dan saya juga tidak. Lagipula, saya berharap suatu hari nanti dia akan mengadopsi Pix,” ungkap Lula.
Meski konferensi pers bersama di Ruang Oval batal digelar, Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat baik melalui unggahan di platform Truth Social.
Trump menggambarkan Lula sebagai sosok “dinamis” dan mengatakan pembicaraan mereka banyak membahas soal tarif perdagangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





