HOME  ⁄  Geopolitik

Jerman dan AS Intensif Bahas Pengerahan Rudal Tomahawk

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jerman dan AS Intensif Bahas Pengerahan Rudal Tomahawk
Foto: (Sumber: Arsip - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengadakan konferensi di Kantor Luar Negeri Federal di Berlin, Jerman, pada 05 Mei 2026. ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan pemerintah Jerman terus melakukan konsultasi intensif dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan pengerahan rudal jelajah Tomahawk di wilayah Jerman.

“Pemerintah Jerman saat ini berupaya setiap hari untuk memaksimalkan kemampuan pertahanan Jerman. Kami terus membahas masalah ini secara intensif dengan sekutu kami di AS,” kata Johann Wadephul kepada surat kabar Welt am Sonntag.

Sebelumnya pada awal Mei 2026, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dirinya belum memperkirakan adanya pengiriman rudal Tomahawk dari AS ke Jerman.

Meski demikian, Merz tidak menutup kemungkinan situasi tersebut dapat berubah di masa depan.

Pada Juli 2024, pemerintahan AS sebelumnya bersama pemerintah Jerman mengumumkan rencana pengerahan sistem rudal presisi jarak jauh AS di Jerman mulai 2026.

Sistem persenjataan tersebut disebut memiliki kemampuan yang jauh melampaui persenjataan yang sebelumnya ditempatkan di Eropa.

Rencana pengerahan itu meliputi rudal SM-6, rudal jelajah Tomahawk, dan senjata hipersonik.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Rusia akan menganggap dirinya bebas dari moratorium pengerahan sistem serang jarak menengah dan pendek apabila AS benar-benar mengerahkan senjata tersebut di Jerman.

Pernyataan Putin disampaikan sebagai respons terhadap rencana pengerahan sistem rudal AS di wilayah Jerman.

Penulis :
Gerry Eka