
Pantau - Iran menyatakan keraguannya terhadap komitmen diplomasi Amerika Serikat setelah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Teluk Persia di tengah memanasnya situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Jumat (9/5/2026) terkait perkembangan konflik kawasan.
Iran Soroti Aksi Militer dan Retorika AS
Menurut laporan kantor berita Tasnim, Araghchi menilai langkah terbaru Washington memperburuk ketidakpercayaan Teheran terhadap niat diplomatik Amerika Serikat.
Araghchi mengatakan tindakan “provokatif” AS di Teluk Persia serta “retorika ofensif” pejabat senior Amerika meningkatkan kecurigaan Iran terhadap keseriusan Washington dalam diplomasi.
Ia juga menuding Amerika Serikat berulang kali melanggar gencatan senjata dan merusak upaya penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Menurut Araghchi, pihak lawan harus menghentikan serangan ilegal dan “pendekatan yang tidak masuk akal serta berlebihan” demi mendorong proses diplomatik berjalan efektif.
Turki Dorong Kelanjutan Diplomasi
Dalam percakapan tersebut, Araghchi turut menyampaikan inisiatif diplomatik Iran yang disebut bertujuan mengakhiri perang secara permanen.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan pentingnya menjaga jalur diplomasi untuk menghentikan konflik yang terus meningkat di kawasan.
Fidan juga menyampaikan dukungan Turki terhadap upaya diplomatik guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Percakapan kedua pejabat berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz setelah terjadinya baku tembak antara pasukan Iran dan Amerika Serikat pada malam sebelumnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





