
Pantau - Islamic Revolutionary Guard Corps memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menyerang kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran.
Angkatan Laut IRGC menyatakan setiap agresi terhadap kapal Iran akan memicu serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat militer Amerika Serikat di kawasan serta kapal-kapal musuh.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X setelah bentrokan sporadis antara Iran dan Amerika Serikat terjadi di sekitar Selat Hormuz pada 7 dan 8 Mei 2026.
Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 dengan melarang kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat melintas di wilayah tersebut.
Langkah itu dilakukan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran.
Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk mencegah kapal dari dan menuju pelabuhan Iran melintasi jalur tersebut.
IRGC Klaim Rudal dan Drone Sudah Kunci Target AS
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang beberapa kapal dan kapal tanker minyak Iran dalam beberapa hari terakhir.
Dalam unggahan lain di platform X, Divisi Dirgantara IRGC menyebut rudal dan drone mereka telah mengunci target-target Amerika Serikat di kawasan tersebut serta kapal-kapal musuh agresif.
“Kami sedang menunggu perintah untuk menembak,” demikian pernyataan IRGC.
- Penulis :
- Gerry Eka





