
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap tanker minyak dan kapal komersial milik Iran akan dibalas dengan “serangan besar-besaran” terhadap posisi Amerika Serikat dan kapal-kapal musuh di kawasan Timur Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan Komando Angkatan Laut IRGC melalui laporan Kantor Berita Fars di tengah meningkatnya ketegangan militer di Selat Hormuz.
IRGC menyatakan, “Peringatan! Setiap agresi terhadap tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pusat Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh.”
Komandan Angkatan Udara IRGC Majid Mousavi juga mengungkapkan bahwa sistem persenjataan Iran telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik.
Majid Mousavi mengatakan rudal dan drone Iran telah “dikunci pada musuh” dan tinggal menunggu perintah peluncuran.
Inggris Kerahkan Kapal Perang ke Timur Tengah
Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya menyatakan telah mengerahkan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan ke Timur Tengah sebagai persiapan kemungkinan misi multinasional untuk melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Kapal perang HMS Dragon yang sebelumnya ditempatkan di Mediterania timur dekat Siprus disebut akan bersiaga di kawasan tersebut.
HMS Dragon juga disiapkan untuk bergabung dengan inisiatif keamanan maritim pimpinan Inggris dan Prancis setelah kondisi memungkinkan.
Langkah tersebut dilakukan setelah ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan itu memicu balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Blokade Selat Hormuz Masih Berlangsung
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu untuk membuka jalur diplomasi bagi penyelesaian konflik secara permanen.
Sejak 13 April 2026, Amerika Serikat mulai melakukan blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Donald Trump pada 5 Mei 2026 mengumumkan militer Amerika Serikat untuk sementara menghentikan “Project Freedom” yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Trump juga menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap Iran akan tetap diberlakukan secara penuh.
- Penulis :
- Gerry Eka





