HOME  ⁄  Geopolitik

UEA Dilaporkan Diam-Diam Serang Iran di Tengah Konflik AS dan Israel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UEA Dilaporkan Diam-Diam Serang Iran di Tengah Konflik AS dan Israel
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Asap membubung dari bangunan-bangunan di Teheran, Iran, Minggu (29/3/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa..)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Laporan tersebut diungkap media Amerika Serikat The Wall Street Journal pada Senin (11/5) berdasarkan keterangan sejumlah sumber anonim yang mengetahui operasi tersebut.

Salah satu target serangan disebut merupakan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang dihantam pada awal April saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran.

Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran besar dan menyebabkan fasilitas kilang berhenti beroperasi.

Iran Balas Serangan dengan Rudal dan Drone

Menurut laporan tersebut, Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah UEA dan Kuwait.

Salah satu sumber menyebut Amerika Serikat secara diam-diam menyambut keterlibatan UEA dalam konflik tersebut.

The Wall Street Journal juga melaporkan Iran telah meluncurkan lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone ke UEA, jumlah yang disebut lebih banyak dibanding serangan ke negara lain termasuk Israel.

Serangan-serangan itu dikabarkan menyebabkan kerusakan besar terhadap ekonomi UEA dan memicu pemutusan hubungan kerja serta cuti sementara bagi para pekerja.

Ketegangan Kawasan Timur Tengah Meningkat

Laporan itu menyebut konflik telah mengubah pandangan strategis UEA terhadap Iran yang kini dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan negara Teluk tersebut.

Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan komentar langsung terkait laporan serangan ke Iran.

Namun kementerian menunjuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan Abu Dhabi memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan.

“Ini signifikan karena ada negara Arab Teluk yang menjadi pihak dalam perang dan menyerang Iran secara langsung. Iran sekarang akan berupaya memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Arab Teluk lainnya yang sedang mencoba menengahi akhir perang,” kata analis Timur Tengah Dina Esfandiary kepada The Wall Street Journal.

Penulis :
Aditya Yohan