HOME  ⁄  Geopolitik

Xi Jinping Kenang Diplomasi Pingpong dan Serukan Stabilitas Hubungan China-AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Xi Jinping Kenang Diplomasi Pingpong dan Serukan Stabilitas Hubungan China-AS
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 10 Februari 2026 ini memperlihatkan pemandangan di luar lokasi Pertemuan Pejabat Senior Pertama APEC China 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China. (Xinhua/Deng Hua).)

Pantau - Presiden China Xi Jinping menyerukan pentingnya menjaga stabilitas hubungan China dan Amerika Serikat saat memperingati 55 tahun Diplomasi Pingpong China-AS yang menjadi simbol mencairnya hubungan kedua negara sejak 1971.

Xi Jinping menyampaikan pesan tersebut melalui surat ucapan selamat pada April 2026 dalam acara peringatan Diplomasi Pingpong China-Amerika Serikat.

Ia mengenang peristiwa bersejarah tahun 1971 itu sebagai “bola kecil yang menggerakkan dunia besar.”

Xi menilai hubungan stabil antara China dan Amerika Serikat memiliki dampak besar terhadap perdamaian dan stabilitas global.

Dalam pertemuan dengan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada 2024, Xi memperkenalkan konsep “tong qiu gong ji” yang berarti bekerja sama demi kepentingan bersama di planet yang sama.

“Planet Bumi hanya sebesar ini, dan umat manusia menghadapi begitu banyak tantangan bersama,” tutur Xi.

“Seperti pepatah lama China yang mengatakan, ‘Penumpang dalam perahu yang sama harus saling membantu.’ Saat ini, menurut saya, ‘penghuni planet yang sama harus saling membantu’,” lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan di Busan juga mengakui pentingnya kerja sama kedua negara.

Trump mengatakan China dan Amerika Serikat dapat mewujudkan hal besar bagi dunia dan mencapai keberhasilan dalam jangka panjang.

Ketua Kuhn Foundation Robert Lawrence Kuhn menyebut hubungan bilateral China-AS sebagai hubungan geopolitik paling penting di dunia.

“Tidak ada hubungan geopolitik yang lebih penting dibandingkan hubungan bilateral China-AS … dengan dampak terbesar terhadap urusan global,” ujar Kuhn.

Menurut para pengamat, hubungan stabil antara China dan Amerika Serikat dapat membantu mengurangi hambatan pembangunan dalam negeri sekaligus mendukung kemakmuran global.

Pada 2026, China akan memulai Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030, sementara Amerika Serikat akan memperingati 250 tahun berdirinya negara tersebut.

China dan Amerika Serikat juga akan menjadi tuan rumah agenda internasional besar melalui Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Shenzhen dan KTT G20 di Miami.

Selain isu perdagangan dan politik, pengamat menilai kerja sama kedua negara tetap penting dalam penanganan perubahan iklim, pemberantasan narkotika, dan pengembangan kecerdasan buatan.

Xi Jinping menegaskan langkah kerja sama sekecil apa pun tetap memiliki arti penting bagi kedua negara dan dunia.

“Melakukan hal yang baik, sekecil apa pun itu, selalu benar, dan melakukan hal yang buruk, sekecil apa pun itu, selalu salah,” kata Xi.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan