
Pantau - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan usulan perdamaian 14 poin dari Iran merupakan solusi yang tidak memiliki alternatif untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf melalui platform X pada Senin (11/5).
Ghalibaf mengatakan, "Tidak ada alternatif selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana dijelaskan dalam usulan 14 poin tersebut. Pendekatan lain sepenuhnya tidak akan meyakinkan, hanya kegagalan demi kegagalan."
Ia menilai semakin lama Amerika Serikat menunda penyelesaian konflik, maka semakin besar biaya yang harus ditanggung warga Amerika melalui pajak.
Iran Klaim Usulan Perdamaian Jadi Jalan Keluar Konflik
Pada awal Mei 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran telah menerima tanggapan dari Amerika Serikat terkait usulan rencana perdamaian 14 poin dari Iran.
Kantor Berita Tasnim News Agency melaporkan usulan tersebut mencakup penghapusan sanksi terhadap Iran.
Usulan itu juga memuat penetapan kendali penuh Iran atas Selat Hormuz.
Selain itu, Iran meminta pencairan aset-aset negaranya yang berada di luar negeri.
Donald Trump Tolak Respons Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik tersebut sama sekali tidak dapat diterima.
Sebelumnya, Mohammad Bagher Ghalibaf juga diberitakan melakukan perundingan dan berjabat tangan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di Pakistan.
- Penulis :
- Arian Mesa





