HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer di Timur Tengah Usai Konflik Selat Hormuz Memanas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer di Timur Tengah Usai Konflik Selat Hormuz Memanas
Foto: (Sumber: Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan secara serius untuk melanjutkan aksi militer di Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

Laporan itu disampaikan CNN dengan mengutip sejumlah ajudan Presiden AS dan dikutip RIA Novosti pada Selasa (12/5/2026).

Gedung Putih disebut sedang mengkaji kelanjutan Operation Project Freedom guna memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan perluasan peran militer Amerika Serikat.

Trump Disebut Frustrasi dengan Sikap Iran

Menurut laporan CNN, Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam negosiasi penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Sumber internal menyebut Trump mulai kehilangan kesabaran karena Selat Hormuz masih ditutup dan belum ada kesepakatan besar terkait isu nuklir Iran.

“Trump semakin frustrasi terhadap sikap Iran dalam negosiasi untuk menyelesaikan konflik,” demikian laporan CNN.

Selain itu, Trump disebut meyakini adanya perpecahan di dalam kepemimpinan Iran yang menghambat tercapainya konsesi dalam pembahasan nuklir.

Pemerintah AS Terbelah Soal Strategi Iran

Sejumlah sumber menyebut terdapat perbedaan pandangan di internal pemerintahan Amerika Serikat terkait langkah menghadapi Iran.

Sebagian pihak mendorong pendekatan keras melalui pengeboman terarah secara berkelanjutan terhadap Iran untuk melemahkan posisi Teheran.

Namun kelompok lain masih menginginkan penyelesaian diplomatik untuk menghindari konflik lebih luas di Timur Tengah.

Posisi Pakistan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran juga disebut menjadi perhatian Washington.

Pemerintah AS disebut belum yakin Islamabad menyampaikan posisi Washington secara utuh kepada Teheran maupun sebaliknya.

Keputusan Trump Diperkirakan Setelah Kunjungan ke China

Sumber CNN menyebut keputusan terkait arah kebijakan Amerika Serikat kemungkinan baru akan diambil setelah kunjungan Trump ke China pada 13-15 Mei 2026.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target di Iran pada 28 Februari 2026 yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Washington dan Teheran kemudian menyatakan gencatan senjata pada 8 April 2026.

Namun pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil dan tanpa pengumuman resmi terkait kelanjutan gencatan senjata.

Setelah itu, Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Penulis :
Ahmad Yusuf