HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Siap Kerahkan Kapal Perang dan Jet Tempur untuk Amankan Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inggris Siap Kerahkan Kapal Perang dan Jet Tempur untuk Amankan Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa).)

Pantau - Pemerintah Inggris menyatakan siap mengerahkan kapal perang, jet tempur, hingga kapal penyapu ranjau tanpa awak untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang terdampak eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Inggris menyebut pengerahan alutsista itu menjadi bagian dari misi menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.

Inggris dan Prancis Pimpin Pertemuan 40 Negara

Kementerian Pertahanan Inggris pada Selasa menyatakan Inggris dan Prancis menjadi tuan rumah pertemuan para menteri pertahanan dari sekitar 40 negara guna membahas pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Inggris akan mengerahkan peralatan pemburu ranjau otonom dan sistem anti-drone canggih, bersama dengan jet Typhoon dan HMS Dragon, sebagai bagian dari misi pertahanan masa depan untuk mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Pemerintah Inggris juga mengalokasikan dana sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp2,7 triliun untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak.

Pendanaan tersebut termasuk untuk pengerahan kapal nirawak Kraken yang menggunakan sistem modular Beehive.

Blokade Hormuz Ganggu Pasokan Energi Dunia

Inggris juga disebut tengah memodernisasi kapal RFA Lyme Bay agar dapat difungsikan sebagai platform peluncuran drone.

Sementara itu, kapal perusak HMS Dragon yang telah dilengkapi sistem anti-drone dilaporkan sudah diberangkatkan ke Timur Tengah pada pekan lalu.

Eskalasi konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade efektif di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair global dari Teluk Persia.

Gangguan di jalur tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di berbagai negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf