HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Mulai Lawatan ke China, Konflik Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Mulai Lawatan ke China, Konflik Iran dan Taiwan Jadi Agenda Utama
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan kenegaraan ke China pada Selasa (12/5) dengan isu konflik Iran dan Taiwan menjadi sorotan utama dalam agenda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam bersama sejumlah eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat untuk mengikuti rangkaian pertemuan tingkat tinggi selama dua hari.

Dalam lawatan tersebut, Trump berharap dapat mengamankan kesepakatan bisnis besar antara Amerika Serikat dan China di tengah hubungan dagang kedua negara yang selama ini diwarnai persaingan teknologi dan friksi ekonomi.

“Dia adalah sosok yang memiliki hubungan baik dengan kami. Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menarik,” kata Trump mengenai Xi.

Isu Iran dan Selat Hormuz Jadi Perhatian

Perhatian dunia internasional tertuju pada kemungkinan pembahasan terkait konflik Iran serta upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelum berangkat ke Beijing, Trump mengatakan akan melakukan pembicaraan panjang dengan Xi mengenai situasi di Timur Tengah.

China diketahui menjadi pembeli terbesar minyak mentah Iran sekaligus penopang penting ekonomi Teheran.

Trump diperkirakan akan meminta Xi mendorong Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.

Meski demikian, Trump menegaskan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan China dalam menangani isu Iran.

Penjualan Senjata ke Taiwan Bahas Hubungan AS-China

Selain Iran, isu penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan juga diperkirakan menjadi pembahasan penting dalam pertemuan Trump dan Xi.

Sebelumnya Trump menyatakan akan membahas kebijakan penjualan senjata AS kepada Taiwan dengan Xi Jinping.

China menilai Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak segala bentuk penjualan senjata asing kepada pulau tersebut.

Pada Desember lalu, Trump mengumumkan paket penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp192,7 triliun kepada Taiwan yang memicu reaksi keras dari Beijing.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden Amerika Serikat ke China sejak November 2017 saat Trump menjalani masa jabatan pertamanya.

Trump dan Xi terakhir bertemu di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu dan sepakat menghentikan sementara perang dagang kedua negara selama satu tahun.

Menurut Gedung Putih, pertemuan resmi kedua pemimpin akan dimulai pada Kamis pagi dengan agenda penyambutan kenegaraan sebelum dilanjutkan kunjungan ke Temple of Heaven dan jamuan resmi.

Penulis :
Aditya Yohan