
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas perkembangan program nuklir Iran serta situasi terbaru di Timur Tengah saat bertemu di sela pertemuan tingkat menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Kedua pihak saling bertukar pandangan terkait perkembangan terkini di Asia Barat dan negosiasi terkait isu nuklir Iran,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Jumat, 15 Mei 2026.
Selain isu nuklir, kedua negara juga membahas kerja sama di bidang energi dan transportasi antara Teheran dan Moskow.
Mereka turut menyinggung situasi pascagencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Rusia Siap Bantu Penyelesaian Konflik Iran
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Sergey Lavrov menegaskan kesiapan Moskow membantu penyelesaian konflik terkait Iran.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil sebelum Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad dilaporkan berakhir tanpa kesepakatan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.
Krisis Hormuz Picu Kekhawatiran Global
Peningkatan ketegangan di kawasan hampir menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia.
Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan bakar di pasar global.
Amerika Serikat terus berupaya membatasi ambisi nuklir Iran.
Sementara itu, Teheran menuntut jaminan perdamaian sebelum bersedia melanjutkan pembahasan terkait program nuklirnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





