HOME  ⁄  Nasional

ESDM Ungkap Perusahaan Rusia Siap Lanjutkan Penggarapan Blok Tuna pada Juni 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ESDM Ungkap Perusahaan Rusia Siap Lanjutkan Penggarapan Blok Tuna pada Juni 2026
Foto: (Sumber: Wakil Menteri ESDM Yuliot. (ANTARA/Putu Indah Savitri).)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Rusia, Zarubezhneft, akan melanjutkan penggarapan Blok Tuna di Laut Natuna pada Juni 2026 setelah proyek tersebut sempat tertunda akibat mundurnya Harbour Energy.

Zarubezhneft Tegaskan Komitmen Garap Blok Tuna

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan kepastian kelanjutan proyek diperoleh setelah pemerintah Indonesia bertemu dengan Joint Stock Company Zarubezhneft di sela Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan, Rusia.

“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan,” ujar Yuliot dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Yuliot, proyek tersebut sebelumnya tertunda setelah Premier Oil yang merupakan anak usaha Harbour Energy memutuskan mundur dari kerja sama pengembangan Blok Tuna bersama Zarubezhneft.

“Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” katanya.

Rusia Ingin Perluas Investasi Migas di Indonesia

Zarubezhneft diketahui mulai masuk ke proyek migas Indonesia sejak mengakuisisi 50 persen participating interest pada Proyek Tuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd., pada 2020.

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan migas Rusia itu juga menyampaikan minat untuk memperluas investasi di sektor migas Indonesia melalui pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur minyak idle.

Ketertarikan Zarubezhneft untuk memperkuat kerja sama energi dengan Indonesia turut dicatat dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia.

Selain itu, pemerintah Rusia juga meminta dukungan penyelesaian proses compliance bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan Zarubezhneft guna memulai pengorganisasian suplai minyak ke Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan