HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Pertimbangkan Ekspor Rudal Antikapal Type 88 ke Filipina

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jepang Pertimbangkan Ekspor Rudal Antikapal Type 88 ke Filipina
Foto: (Sumber: Arsip foto - Pengunjung melihat model rudal udara Meteor MBDA pada pameran Peralatan Pertahanan dan Keamanan Internasional (DSEI) di Makuhari Messe, Chiba, Jepang (15/3/ 2023). /ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/tom..)

Pantau - Pemerintah Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan ekspor sistem rudal antikapal pantai Type 88 ke Filipina di tengah meningkatnya kerja sama keamanan kedua negara di kawasan Asia Timur dan Laut China Selatan.

Informasi tersebut disampaikan sumber yang mengetahui pembahasan internal pemerintah Jepang pada Jumat, 15 Mei 2026.

Langkah itu muncul setelah Tokyo merevisi aturan transfer peralatan dan teknologi pertahanan pada April 2026 yang melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan.

Jepang dan Filipina saat ini memperkuat hubungan pertahanan menyusul meningkatnya ketegasan China di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Meski demikian, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan belum ada keputusan final terkait rencana ekspor rudal tersebut.

“Belum ada keputusan yang diambil saat ini,” ujar Koizumi kepada wartawan.

Jepang dan Filipina Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Koizumi menyebut Jepang dan Filipina sebelumnya telah mencapai kesepakatan peningkatan kerja sama teknologi dan peralatan pertahanan dalam pertemuan di Manila pada 5 Mei 2026.

Ia menegaskan pemerintah Jepang masih mempertimbangkan jenis peralatan militer yang akan diekspor ke Filipina.

Pada 6 Mei 2026, Pasukan Bela Diri Jepang juga menggelar latihan tembak langsung menggunakan sistem rudal Type 88 dalam latihan gabungan Balikatan bersama Amerika Serikat dan Filipina.

Selain rudal antikapal, Jepang dan Filipina juga sedang membahas kemungkinan ekspor kapal perusak bekas kelas Abukuma.

Tokyo disebut turut mempertimbangkan ekspor sistem rudal pertahanan udara jarak menengah Type 03 atau Chu-SAM yang saat ini digunakan Pasukan Bela Diri Darat Jepang.

Ketegangan Kawasan Jadi Latar Belakang

Penguatan kerja sama pertahanan Jepang dan Filipina terjadi di tengah meningkatnya tensi keamanan kawasan Asia Pasifik.

China dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan aktivitas militernya di Laut China Timur dan Laut China Selatan yang menjadi wilayah sengketa dengan sejumlah negara.

Kondisi tersebut mendorong Jepang dan Filipina mempererat koordinasi keamanan bersama mitra strategis seperti Amerika Serikat.

Rencana ekspor rudal Jepang ke Filipina juga dinilai menjadi bagian dari perubahan kebijakan pertahanan Tokyo yang kini lebih aktif dalam kerja sama keamanan regional.

Penulis :
Aditya Yohan