HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Beri Sinyal Operasi Militer Amerika Serikat terhadap Iran Masih Berlanjut

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Beri Sinyal Operasi Militer Amerika Serikat terhadap Iran Masih Berlanjut
Foto: (Sumber: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal operasi militer terhadap Iran masih akan berlanjut meski belum merinci langkah lanjutan yang akan diambil Washington.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat, 15 Mei 2026.

“Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia selama 16 bulan luar biasa pemerintahan Trump, yang mencakup pasar saham dan dana pensiun 401K pada level tertinggi sepanjang masa, kemenangan militer dan hubungan yang berkembang di Venezuela, penghancuran militer Iran (bersambung!),” tulis Trump.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan militer yang dilakukan bersama Israel pada akhir Februari 2026.

Konflik AS-Iran Memanas Pascaserangan Februari

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

Ketegangan kemudian sempat mereda setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April 2026.

Namun, situasi kembali memanas setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Iran menerapkan aturan transit khusus bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dunia.

Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan agar tidak ada lagi serangan terhadap negaranya.

Ia menilai tekanan militer terhadap Iran tidak akan efektif.

Sebelumnya, Iran juga menegaskan tidak akan menyerah terhadap ancaman yang datang dari Amerika Serikat maupun sekutunya.

Ketegangan kedua negara terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan perdagangan energi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf