HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Minta Pembelian Alutsista Dilakukan Secara Komprehensif untuk Dukung Operasional TNI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Minta Pembelian Alutsista Dilakukan Secara Komprehensif untuk Dukung Operasional TNI
Foto: (Sumber: Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate saat mengikuti diskusi "Ngopi De'Talkshow" dengan judul "Mendukung Kesiapan Operasional Alutsista"yang disiarkan akun YouTube Sobat Militer ANTARA/Ho-Tangkapan layar akun Youtube Sobat Militer..)

Pantau - Pengamat pertahanan sekaligus Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional Mayjen TNI Purnawirawan Jan Pieter Ate menilai pembelian alat utama sistem senjata atau alutsista harus dilakukan secara komprehensif agar mempermudah pengoperasian jangka panjang oleh TNI.

Jan Pieter mengatakan pembelian alutsista tidak boleh dilakukan secara parsial karena dapat menyulitkan proses operasional dan dukungan logistik di kemudian hari.

“Jadi kesiapsiagaan operasi itu ya ada platformnya, ada weapon-nya, ya ada logistik supportnya, ya ada awaknya, ada pusat trainingnya, itu dalam satu sistem,” kata Jan Pieter dalam diskusi “Ngopi De’Talkshow” yang disiarkan akun YouTube Sobat Militer.

Pembelian Parsial Dinilai Berisiko Ganggu Operasional

Jan Pieter menjelaskan pembelian parsial terjadi ketika pemerintah hanya membeli platform utama tanpa melengkapi persenjataan, amunisi, pusat pelatihan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan anggaran yang cukup agar pembelian alutsista dilakukan secara lengkap sejak awal.

Ia juga menilai alutsista yang dibeli harus disesuaikan dengan kebutuhan TNI sebagai pengguna utama, bukan semata berdasarkan ketersediaan anggaran atau pertimbangan lain di luar kebutuhan operasional.

Jan Pieter menambahkan komunikasi antara Kementerian Pertahanan dan TNI menjadi faktor penting agar pembelian alutsista tepat sasaran.

“Komunikasi antara Kemhan sebagai pemegang kewenangan di bidang kebijakan dan ketersediaan anggaran dengan TNI sebagai yang punya kebutuhan itu sudah berjalan,” ujarnya.

TNI Terima Sejumlah Alutsista Baru pada 2026

Sepanjang 2026, TNI telah menerima sejumlah alutsista baru dari berbagai negara.

TNI AU menerima dua pesawat angkut A400M buatan Boeing serta mulai menerima pesawat tempur Rafale secara bertahap.

Sementara TNI AL menerima dua kapal tempur yakni KRI Prabu Siliwangi dan KRI Brawijaya buatan Italia serta kapal pendeteksi laut KRI Canopus buatan Jerman.

Dalam waktu dekat, TNI AL juga dikabarkan akan menerima kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, sebelum peringatan HUT TNI tahun ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf