HOME  ⁄  Geopolitik

Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Bergerak ke Laut Arab Dekati Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Bergerak ke Laut Arab Dekati Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Illustrasi - Dua awak kapal berada di dekat pesawat jet tempur Rafale yang dibawah oleh kapal Induk Charles de Gaulle (R91) saat bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Sabtu (1/2/2025). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc).)

Pantau - Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Laut Arab dan mendekati kawasan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Prancis Alice Rufo mengatakan kapal induk tersebut telah melewati Terusan Suez dan kini berada di wilayah Laut Arab.

“(Kapal) Telah melewati Terusan Suez, menuju Laut Arab, dan berada di wilayah tersebut,” kata Alice Rufo kepada televisi BFMTV, Jumat (15/5).

Menurut Rufo, keberadaan kapal induk itu bertujuan membantu penilaian situasi keamanan sekaligus memberi pengaruh terhadap diplomasi regional dan global.

Ia menegaskan kapal induk Prancis tidak hanya beroperasi di sekitar Selat Hormuz.

Prancis dan Inggris Jalankan Misi Keamanan Maritim

Kementerian Pertahanan Prancis sebelumnya mengumumkan Charles de Gaulle bergerak menuju Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bagian dari misi bersama Prancis dan Inggris.

Misi tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan maritim di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada 7 April.

Namun, AS tetap memberlakukan blokade akses maritim ke pelabuhan Iran, sementara Teheran menerapkan aturan transit khusus bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Iran Ancam Respons Tegas terhadap Kapal Perang Asing

Sebelumnya pada 10 Mei, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memperingatkan kehadiran kapal perang Inggris dan Prancis di Selat Hormuz akan mendapat respons tegas dari militer Iran.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk.

Selat Hormuz menjadi titik strategis perdagangan minyak global sehingga situasi keamanan di wilayah tersebut terus menjadi perhatian dunia internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf