
Pantau - Pemerintah Inggris mengumumkan akan melengkapi jet tempur Typhoon yang dikerahkan di Timur Tengah dengan sistem anti-drone baru untuk meningkatkan perlindungan terhadap ancaman serangan udara.
Pemerintah Inggris menyatakan warga negara Inggris dan mitra regional akan lebih terlindungi dari serangan drone melalui pengerahan senjata baru tersebut.
“Warga negara Inggris dan mitra regional akan lebih terlindungi dari serangan drone karena Angkatan Udara Kerajaan (RAF) mengerahkan senjata anti-drone berbiaya rendah baru dalam operasi di Timur Tengah,” demikian pernyataan pemerintah Inggris.
Sistem yang digunakan adalah Advanced Precision Kill Weapon System atau APKWS yang akan dipasang pada jet tempur Typhoon milik RAF.
Sistem APKWS disebut mampu menghancurkan target secara tepat dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding rudal yang selama ini digunakan.
Inggris Percepat Penerapan Teknologi Anti-Drone
Pemerintah Inggris menyebut waktu antara pengujian hingga penerapan sistem anti-drone tersebut berlangsung kurang dari dua bulan.
Pada April 2026 media iPaper melaporkan para pejabat Inggris khawatir terhadap kemungkinan serangan Iran terhadap pangkalan gabungan Inggris-Amerika dan kedutaan besar Inggris di Timur Tengah apabila konflik meningkat.
Pangkalan dan fasilitas tersebut digunakan untuk koordinasi militer bersama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pangkalan Inggris di Siprus Pernah Diserang Drone
Sebelumnya pada Maret 2026 pangkalan Inggris Akrotiri di Siprus dihantam serangan drone.
Kementerian Pertahanan Inggris memperkirakan drone yang menyerang pangkalan Akrotiri kemungkinan berasal dari Lebanon atau Irak.
Langkah pemasangan sistem APKWS dilakukan di tengah meningkatnya ancaman penggunaan drone dalam konflik di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka





