HOME  ⁄  Geopolitik

Tarif Pengiriman Kargo Melonjak Akibat Gangguan Selat Hormuz, Pelayaran Beralih ke Jalur Darat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tarif Pengiriman Kargo Melonjak Akibat Gangguan Selat Hormuz, Pelayaran Beralih ke Jalur Darat
Foto: (Sumber: Arsip - Sebuah kapal pengangkut barang terlihat di Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py).)

Pantau - Perusahaan pelayaran besar mulai beralih menggunakan jalur darat untuk distribusi kargo akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang dipicu krisis Timur Tengah.

Financial Times melaporkan tarif pengiriman di rute Shanghai menuju Teluk Persia dan Laut Merah mencapai rekor tertinggi pekan ini, bahkan melampaui masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Clarksons Research, biaya pengiriman satu kontainer standar di rute tersebut naik lebih dari 320 persen dari 980 dolar AS menjadi 4.131 dolar AS per 15 Mei 2026.

Operator pelayaran besar seperti Mediterranean Shipping Company, Maersk, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd mulai membuka jalur distribusi alternatif dari pelabuhan di Laut Merah dan Teluk Oman menuju sejumlah pelabuhan di kawasan Teluk.

Jalur distribusi tersebut menghubungkan pelabuhan Yanbu dan King Abdullah di Arab Saudi serta Fujairah di Uni Emirat Arab dengan Dammam di Arab Saudi, Basra di Irak, dan Jebel Ali di Uni Emirat Arab.

Maersk Kerahkan Armada Truk untuk Distribusi

CEO Maersk Vincent Clerc mengatakan armada truk dalam jumlah besar telah dikerahkan untuk mendukung distribusi logistik di kawasan tersebut.

Menurut Vincent Clerc, Arab Saudi dan Irak juga melonggarkan akses bagi truk-truk yang datang dari Irak, Yordania, dan Turki.

Meski demikian, Financial Times menilai angkutan darat hanya mampu menggantikan sebagian kapasitas kapal kontainer dan kapal kargo besar yang sebelumnya melayani negara-negara Teluk melalui Selat Hormuz.

Para pedagang gandum juga mulai mengalihkan pengiriman melalui Laut Merah dan Teluk Oman sebelum diteruskan menggunakan truk dan kapal kecil.

Seorang pialang kapal di London menyebut terjadi peningkatan pengiriman gandum menuju Fujairah dan Khorfakkan sebelum diangkut menggunakan truk ke pelabuhan utama Uni Emirat Arab.

Distribusi selanjutnya dilakukan menuju Qatar, Bahrain, dan wilayah Teluk lainnya menggunakan kapal kecil.

Krisis Timur Tengah Picu Gangguan Logistik

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Kemudian pada 7 April 2026, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata.

Meski demikian, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Iran kemudian menerapkan aturan transit khusus di Selat Hormuz sebagai respons terhadap situasi tersebut.

Penulis :
Gerry Eka